Menjaga Keselamatan Selama Perjalanan Mudik

Seperti yang kita tahu,perjalanan saat mudik lebaran adalah perjalanan massal dimana ada begitu banyak orang yang melakukan perjalanan dari kota perantauan menuju ke kampung halaman.Akibatnya,jalan raya seringkali menjadi macet,dan lalu lintas semakin semrawut.Terlebih,para pengendara  sepertinya sudah tidak sabar  ingin segera sampai di kampung halaman hingga mereka sampai terkesan terburu-buru selama dalam perjalanan.

Dalam kondisi lapar karena bulan puasa,terburu-buru ingin segera sampai,serta kondisi jalan raya yang padat dan semrawut,tentunya berbahaya jika tidak hati-hati selama dalam perjalanan.Berikut ini adalah kiat-kiat agar selamat selama dalam perjalanan mudik menuju ke kampung halaman.

Saat berkendara di jalan,yang paling penting adalah mengemudilah dengan tenang,waspada dan hati-hati.Pilihlahlah waktu berangkat yan tepat,jalanan biasanya relatif sepi sekitar jam 22.00 sampai 05.00.Ini adalah jam terbaik dalam perjalanan jarak jauh.Letakkan barang sesuai prioritas,jika Anda membawa barang berat dan harus menambah bagasi di atas,pastikan penutupnya kedap air.Ikatlah yang erat dan benar.Pakailah tali yang kuat,hindari tali jenis rafia karena tidak akan kuat menahan beban berat dan angin.

Bila Anda mengantuk,turunkan kecepatan kendaraan Anda sampai 60 km/jam dan berjalanlah di jalur kiri.Carilah tempat istirahat (rest area) terdekat dan berhentilah di lokasi tersebut untuk beristirahat.Di beberapa ruas jalan biasanya tersedia Posko Mudik Lebaran yang bisa Anda manfaatkan  secara cuma-cuma.Saat turun ,gerakkan badan sampai kondis Anda fit kembali. Beristirahatlah meski hanya 10 menit.

Apabila mobil yang Anda kendarai mogok di tengah jalan,segera pinggirkan kendaraan Anda ke bahu jalan.Nyalakan lampu hazard dan pasang segitiga pengaman.Anda bisa mencoba memperbaiki sendiri kendaraan Anda.Namun jika tidak berhasil,Anda bisa menghubungi bengkel terdekat.Selama mudik,biasanya cukup banyak bengkel yang buka hingga 24 jam.

Cari di koran,tabloid,majalah yang mencetak banyak peta mudik juga alamat bengkel dan telepon yang mudah dihubungi 24 jam,Anda juga bisa mencari informasi di internet.Jika tidak menemukan bengkel untuk memperbaiki mobil Anda,hubungi kantor atau pos polisi terdekat,atau tunggulah beberapa saat sampai patroli jalan raya datang untuk memberikan bantuan.
readmore »»  

Cara Menyervis dan Merawat Rem Kendaraan

Secanggih dan semahal apapun mobil Anda,tentunya Anda akan tetap merasa ngeri-ngeri sedap alias tidak nyaman sama sekali  jika remnya tidak berfungsi dengan baik.Meskipun kadang piranti ini tidak terlalu diperdulikan,namun faktanya, rem kendaraan  adalah sesuatu yang vital dalam berkendara.Untuk alasan ini,maka usahakan agar rem kendaraan Anda selalu dalam kondisi baik agar Anda bisa nyaman selama berkendara di jalan raya.

Merawat rem kendaraan ini sebenarnya tidak sulit asalkan ada kemauan.Alat yang dibutuhkan juga cukup dongkrak,kunci roda,kunci pas,obeng dan mur ukuran 12 milimeter,serta ampelas dan gemuk ampelas.Berikut ini adalah tips dan langkah-langkahnya.

Pertama,lepaskan dulu roda mobil bagian depan,lalu lepaskan baut pemegang kaliper bagian bawah rem depan,yang berada di sisi dalam sebelah as roda,dengan menggunakan kunci ring atau pas ukuran 12 milimeter.Lepaskan kaliper dari cakram-nya dengan cara menarik bagian bawahnya dan kemudian mengangkatnya ke atas.Tidak perlu takut kaliper akan lepas karena masih ada baut pemegang atasnya.

Cek bagian seal karet penahan debu piston rem.Biasanya komponen ini pecah atau tersobek sehingga minyak rem merembes keluar.Jika ini dibiarkan,maka kotoran akan masuk dan piston akan menjadi macet.Segera ganti dengan yang baru apabila memang ada kerusakan.

Lepaskan kedua kampas rem yang menjepit cakram.Apabila,terlalu sulit,gunakan ujung obeng sebagai alat pencungkil.Bersihkan permukaan kampas menggunakan ampelas sampai bersih dari sisa debu dan kotoran yang menempel.Jika kampas sudah terlalu tipis,ganti saja dengan yang baru.

Sekarang giliran rem roda belakang.Caranya persis seperti yang tadi,yaitu dengan melepas roda bagian belakang terlebih dahulu,lalu carilah sekrup pemegang tutup tromol menggunakan obeng.Jika terlalu sulit,pakai saja obeng ketok.Siapkan mur dengan ukuran yang sesuai dengan lubang pencungkil di tutup tromol,biasanya ukuran 12 milimeter.Pasanglah mur ke lubang yang telah disediakan,dan putarlah menggunakan kunci hingga tutup tromol tercungkil keluar dari dudukannya.

Lepaskan tutup tromol dengan cara menariknya menggunakan telapak tangan.Periksa seal karet penahan debu piston rem.Letaknya berada di bagian atas dan terdiri dari dua bagian.Apabila sudah pecah atau rusak ,segera ganti dengan yang baru.

Bersihkan permukaan sepatu rem dengan menggunakan ampelas.Periksa juga kondisi keausannya.Apabila sudah tipis,ganti dengan yang baru.Bersihkan juga sisa debu yang bersarang di bagian tromol dengan menggunakan angin kompressor.Pastikan debu serpihan sepatu rem ini hilang agar tidak mengganggu mekanisme pergerakan rem.

readmore »»  

Mengenal Kode Ban

Tidak semua orang mengerti tentang arti sebuah kode yang berupa huruf atau angka yang melekat pada sebuah ban.Semoga dengan membaca postingan ini maka Anda jadi paham tentang arti dari sejumlah angka dan huruf yang melekat pada ban tersebut.

Ban yang beredar di pasaran ada bermacam-macam merk,jenis dan ukuran.Sehingga,alangkah baiknya jika Anda lebih memahami kode pada ban sebelum Anda membeli dan menggunakan ban tersebut.

Kode-kode tersebut antara lain misalnya:

1.Ukuran diameter ban/ring ban
  • R13,artinya ban tersebut memiliki diameter 13 inci
  • R14,artinya ban tersebut memiliki diameter 14 inci
  • R16,artinya ban tersebut memiliki diameter 16 inci
2.Telapak ban bisa dilihat dari angka-angka misalnya 225/50 yang artinya lebar telapak ban adalah 225 mm.

3.Batas kecepatan penggunaan yang dianjurkan
  • Q untuk kecepatan maksimal 160 km/jam
  • S untuk kecepatan maksimal 160 km/jam
  • T untuk kecepatan maksimal 160 km/jam
  • U untuk kecepatan maksimal 160 km/jam
  • H untuk kecepatan maksimal 160 km/jam
  • V untuk kecepatan maksimal 160 km/jam
  • W untuk kecepatan maksimal 160 km/jam
  • Y untuk kecepatan maksimal 160 km/jam
  • Z untuk kecepatan maksimal 160 km/jam
4.Daya cengkeram sebuah ban terhadap permukaan jalan

 Kode tersebut dimulai dari huruf A,B dan C.Huruf A berarti ban tersebut memiliki daya cengkeram yang paling tinggi,Selanjutnya baru B,C dan seterusnya berarti memiliki daya cengkeram yang lebih rendah.

5.Angka perbandingan yang menunjukan ketahanan sebuah ban

Angka-angka ini diperoleh berdasarkan dari hasil uji coba lapangan yang juga ditentukan oleh pemerintah setempat.Misalnya angka 150 bisa diartikan dengan daya tahan ban yang lebih baik dibandingkan dengan angka 100.
readmore »»  

Cara Mengganti Selang Radiator

Selang radiator pada mobil Anda harus diperiksa dan diganti secara berkala.Pemeriksaan bahkan penggantian selang  radiator termasuk pekerjaan yang mudah,sehingga bisa Anda lakukan sendiri.Berikut ini panduan yang perlu Anda perhatikan

Untuk memeriksa kesehatan selang radiator,Anda cukup menekan selang tersebut.Jika terasa lembek seperti busa atau tampak membengkak,pecah,bahkan rusak,berarti selang tersebut sudah waktunya untuk diganti.Setiap mobil memiliki dua buah selang radiator,yaitu selang atas dan selang bawah.Biasanya jika Anda mengganti salah satu selang,maka selang lainnya juga harus diganti.

Saat mengganti selang radiator,mesin mobil harus dalam keadaan dingin.Setelah mesin dingin,tempatkan sebuah wadah besar di bawah lubang untuk menguras dan menampung isi radiator.Kemudian lepas cup radiator dan buka petcock yang berada di bawah radiator dengan menggunakan tang.

Setelah pendingin kering,lepaskan klem yang menahan kedua ujung selang.Pada beberapa jenis mobil,selang radiatornya  ada yang ditahan dengan kawat pengencang.Untuk melepaskannya harus menggunakan obeng.Jika klem terlepas,selang bisa Anda dapatkan dengan mudah.Namun terkadang selang tidak bisa dilepaskan begitu saja.Dalam kasus ini,Anda harus menggunting selang tersebut.Periksa juga klem yang Anda lepaskan tadi.Jika sudah berkarat, Anda juga harus menggantinya.Dalam memilih selang dan klem,Anda harus teliti,karena ada berbagai jenis ukuran yang tersedia untuk berbagai jenis mobil.

Sebelum memasang selang yang baru,bersihkan dulu titik-titik penghubung selang dari kotoran dan karat dengan ampelas.Kemudian pasang kembali klem di tiap ujung selang.Pasang gasket penahan di sekitar titik penghubung selang dan masukkan ujung selang pada fitting-nya masing-masing.

Perhatikan keadaan klem,klem harus berada kira-kira satu inci dari setiap ujung selang.Kencangkan klem-klem tersebut,tapi jangan sampai merusak selang-nya.Selanjutnya isi kembali radiator dengan air pendingin dan hidupkan mesin selama kurang lebih 15 menit.Hal ini dilakukan agar temperatur sesuai dengan mesin yang sedang berjalan.

readmore »»  

Teknik Pengereman yang Benar Saat Hujan

Mengemudikan kendaraan pada saat musim hujan memerlukan persiapan tersendiri dibandingkan dengan mengemudikan kendaraan di musim kemarau.Pada saat hujan jalan menjadi licin sehingga bisa menyebabkan  kendaraan akan mudah tergelincir,selip,terbalik atau bahkan mengalami kecelakaan yang fatal.Apalagi jika melewati genanagan air atau terjadi banjir,maka air dapat masuk membasahi komponen rem.Untuk itilah diperlukan cara atau teknik tersendiri untuk melakukan pengereman pada saat mengendarai kendaraan di musim hujan.

Berhati-hatilah saat melewati genangan air saat banjir,karena air dapat masuk dan membasahi komponen rem.Jangan melakukan pengereman mendadak pada jalan basah.Berhati-hatilah juga pada jalanan menurun saat hujan,sebaiknya gunakan selalu gigi rendah saat melintasi jalan menurun maupun memasuki tikungan agar aman.

Bagi mobil yang masih menggunakan rem tromol,jika air sudah membasahi permukaan rem maka bisa menyebabkan rem tidak bekerja.Gunakan gigi porsneling terendah atau gigi satu agar mobil mudah berhenti.Setelah melewati banjir,jalankan mobil sambil menginjak pedal rem.Mainkan pedal rem agar air berkurang dan kering sehingga rem bisa berfungsi kembali.

Untuk mobil yang sudah dilengkapi dengan ABS(Anti-lock Braking System) maka rem akan bekerja lebih baik karena ABS berfungsi untuk menghindari selip saat melakukan pengereman.Gunakan rem tangan di jalanan menanjak saat terjadi antrian kendaraan yang bisa menyebabkan kendaraan berhenti.Saat mobil berjalan lagi,jangan melakukan pelepasan pedal kopling danmenekan gas secara mendadak.Hal ini bisa menyebabkan ban selip dan mobil oleng ke kiri atau ke kanan.

Saat berkendara di jalan tol pada musim hujan,jaga jarak dengan baik dan hindarkan pengereman secara mendadak.Jika terpaksa menginjak rem,lakukanlah dengan bertahap supaya saat penurunan gigi porsneling akan didapat efek engine brake.Hindari berkendara dengan zig-zag karena ban yang tidak lurus dengan permukaan jalan dapat menyebabkan ban tidak mampu membelah air dengan sempurna sehingga menyebabkan selip.

Kendaran yang melaju dengan kecepatan 60-70 km/jam dapat menyebabkan mobil mudah tergelincir.Apalagi di jalanan yang bergelombang,mobil bisa bergerak tak baraturan.Hati-hati jika suspensi tidak bekerja,karena mobil bisa tergelincir.Jika mobil tergelincir,anda tidak perlu panik.Kurangilah kecepatan kendaraan sambil dibantu dengan pengereman bertahap.

Jika mobil dalam keadaan melincur,pindahkan porsneling ke posisi lebih rendah dengan reaksi cepat agar terjadi engine brake sehingga laju kendaraan berkurang dan pengereman dapat berlangsung secara perlahan.Tindakan tersebut juga harus diimbangi dengan antisipasi terhadap gerak roda kemudi supaya kendaraan tetap berada pada posisinya.
readmore »»  

Tips Berkendara Saat Hujan dan Banjir

Saat musim hujan tiba seringkali hujan dan banjir datang dengan tiba-tiba sehingga pengendara mobil harus selalu waspada pada saat mengemudikan mobil di musim hujan.Untuk itu ada tips-tips tersendiri agar mobil Anda tetap siap melewati genangan air hujan maupun banjir.

Berikut ini beberapa tips penting untuk mengemudi kendaraan saat musim hujan dan banjir yang bisa Anda lakukan antara lain:

1.Periksa perangkat rem
Untuk perangkat rem kendaraan dengan sistem tromol,jangan lupa menginjak pedal rem berulang-ulang agar perangkat rem tromol kembali kering sehingga tidak mengurangi daya kerjanya.Sebab jika rem tromol itu basah maka daya kerjanya menjadi berkurang  atau bahkan tidak berfungsi sama sekali.Tekan pedal rem beberapa kali setelah melalui genangan air,sehingga sepatu rem dan tromol rem akan cepat panas dan kering.

2.Periksa kabel busi dan distributor dan hindarkan kedua komponen tersebut jangan sampai terkena air Jika  terpaksa terkena air  maka Anda perlu mengeringkan dengan cara mengelapnya.

3.Jaga intake maifold jangan sampai air masuk atau terhisap olehnya.Jika hal ini sampai terjadi,bisa menyebabkan mesin jebol dan akan mengeluarkan banyak biaya untuk memperbaikinya.

4.Periksa karet penutup dekyang terpasang dibawah karpet yang berfungsi sebagai penghalang agar air tidak membasahi lantai mobil.Cek kembali satu persatu ,jika ada yang sudah rusak atau lepas sebaiknya segera diganti.

5.Periksa sistem kelistrikan.disemua bagian kendaraan,terutama cek seluruh kabel dan sambungan kabel yang terkelupas.Jika ada konektor yang longgar atau terbuka sebaiknya segera disolder kembali.Jika sampai ada air yang merembes ke dalam kabin dan mengenai sambungan kabel yang terkelupas dapat menimbulkan hubungan arus pendek(korsleting) yang bisa memutuskan sekering.

6.Pada mobil berbahan bakar premium,agar mobil tidak mogok di musim hujan maka buka saluran udara masuk yang dipasang didekat lampu depan.Untuk sementara,pengambilan udara untuk menghidupkan mesin bisa diambil dari ruangan mesin tetapi harus melalui saringan udara.Tujuannya agar mesin mobiltetap aman pada genangan air yang agak dalam.

7.Untuk mesin diesel,saat mengendarai kendaraan pada musim hujan sebaiknya hindari kecepatan tinggi.

Jika Anda sampai terjebak melewati jalan yng tergenang air,bersikaplah yakin dan percaya diri.Masukkan gigi porsneling ke gigi satu ,lalu tekan gas perlahan-lahan sampai jarum putaran mesin menunjukkan angka 3000 rpm.Ingatlah jangan injak gas berulang-ulang karena akan menyebabkan kipas mesin menyedot air dalam jumlah banyak.Jika hal itu sampai terjadi maka bisa membahayakan kesehatan mesin.

Sewaktu melalui genangan air,usahakan agar air yang menggenang tidak terhisap ke dalam mesin karena bisa menyebabkan mesin mati.Kendarai kendaraan Anda perlahan-lahan agar air tidak masuk ke mesin pengapian.

Jika saluran pembuangan(knalpot)kemasukkan air Anda tidak perlu  khawatir.karena jika mesin dihidupkan maka airnya akan menyemprot keluar terdorong oleh gas buang.
readmore »»