Mengemudi Dengan Safety Driving

Jaman sekarang,siapa yang tidak bisa menyetir atau mengemudikan kendaraan? Tidak perduli atas dasar keinginan maupaun tuntutan pekerjaan,sepertinya saat ini mengemudi merupakan sebuah keahlian yang harus dimiliki oleh setiap orang baik itu laki-laki maupaun perempuan.

Sebagian dari Anda pasti menyadari betapa banyak peningkatan volume kendaraan dari tahun ke tahun yang membuat jalanan semakin ramai.Hal ini disatu sisi baik karena menandakan adanya peningkatan ekonomi pada masyarakat,namun disisi lain bertambahnya kendaraan tersebut diikuti juga dengan bertambahnya kecelakaan lalu lintas.

Kecelakaan tersebut disebabkan oleh berbagai macam hal mulai dari mengemudi dengan ugal-ugalan,lengah,mengantuk,mengemudi sambil melakukan aktifitas lain seperti menelepon,sms,merias wajah,menonton TV,makan,melanggar peraturan lalu lintas,tidak mengikuti prosedur safety driving dan lain sebagainya.Sebagian pelanggaran hukum itu dilakukan oleh orang yang masih di bawah umur.

Salah satu upaya untuk meminimalisir kecelakaan lalu lintas adalah dengan diterbitkannya SIM(surat izin mengemudi). SIM diberikan kepada seseorang dengan tujuan memberikan sebuah batasan mengenai usia dan juga untuk melihat kelayakan baik keahlian maupun psikologis dari seorang calon pengemudi.Hal ini menjadi prinsip karena idealnya seorang pengemudi memiliki kestabilan emosional sehingga tidak membahayakan diri maupun pengguna jaan lain.

Hal ini diungkapkan oleh Rifat Sungkar selaku duta safety driving Indonesia yang aktif dalam memberikan pengarahan mengenai cara menyetir yang baik dan aman."Hal utama adalah adanya pemberian izin mengemudi berdasarkan usia,karena pada usia dibawah umur cenderung kuarang memiliki kestabialn psikologis.Jadi safety driving bukan hanya masalah apakah seorang anak bisa menyetir atau tidak",jelas Rifat.

Beberapa ahli juga mengatakan bahwa lebih baik menjalankan cara mengemudi yang aman dibandingkan dengan cara-cara yang agresif,karena bila dihitung dengan waktu ternya hasilnya tidak terpaut terlalu jauh.Jadi,lebih baik mempraktekkan istilah Jawa,alon-alon asal klakon yang artinya pelan-pelan asal selamat.