Cara Merawat Ban Agar Perjalanan Lancar

Perjalanan jauh seperti pada saat mudik lebaran tentunya memerlukan performa kendaraan yang prima Salah satu bagian yang perlu diperhatikan adalah ban,karena bagian inilah satu-satunya bagian mobil yang langsung bersentuhan dengan jalan.Karena jika ban dalam kondisi kurang baik bisa menyebabkan terganggunya kelancaran perjalanan Anda.


Setiap ban memiliki standar tekanan yang aman.Sebelum melakukan perjalanan jauh usahakan tekanan ban benar-benar pas.Ban yang kurang angin akan mudah pecah saat dipacu dalam kecepatan tinggi.Sedangkan yang tekanannya terlalu tinggi bisa menyebabkan selip karena tekanan ke aspal menjadi berkurang.Terlebih jika suhu aspal sangat panas dan umur ban sudah uzur.

Pemeriksaan tekanan bisa dilakukan saat kondisi ban sedang dingin sebelum perjalanan dimulai.Panas yang ditimbulkan oleh gesekan dengan jalanan membuat udara memuai sehingga tekanan menjadi bertambah.Jika ban serep ditempatkan dekat mesin  periksalah tekanannya sebelum mesin mejadi panas.

Perhatikan bentuk telapak ban Jika bekas pijakannya di aspal berbentuk cembung berarti tekanan anginnya berlebihan.Sebaliknya jika bentuknya cekung berarti tekanan anginnya kurangUntuk memeriksanya ,letakkan ban di lantai yang rata.Dari pengamatan terhadap bekas telapak ban juga bisa dideteksi adanya ketidaknormalan pada suspensi atau mekanisme kemudi Jika bentuk kikisan ban terlihat miring berarti tidak normal ,yang normal adalah kembang terkikis secara merata.

Periksalah juga bagian pentil,siapa tahu ada angin yang keluar atau bocor halus.Cara sederhananya adalah dengan memasukkan atau mengoleskan air sabun pada mulut pentil.Jika timbul gelembung udara ,berarti ada kebocoran.Jangan sepelekan gelembung sekecil apapun untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Setelah itu periksalah velg yang jadi tumpuan ban.Jika sisi velg ada yang penyok atau jepitan terhadap ban kurang maksimal bisa menimbulkan karet ban keluar.Periksa juga sisi sampingnya,jika ada retak-retak sebaiknya ganti saja dengan ban baru.Periksa juga celah-celah kembang ban barangkali ada kerikil yang terselip.Jika ternyata ada,segera ambil dengan cara mencungkilnya dengan obeng.
readmore »»  

Penggunaan Ban yang Baik dan Benar

Ban adalah bagian dari kendaraan yang langsung berhubungan dengan permukaan jalan,dan fungsi ban adalah untuk memperoleh daya cengkeram yang kuat terhadap permukaan jalan.Tujuannya yaitu aga tenaga yang dihasilkan oleh mesin dapat digunakan semaksimal mungkin di dalam memacu kendaraan tersebut.Dengan adanya ban maka pengendara akan merasa nyaman dalam berkendara,karena ban berguna juga untuk meredam kejutan-kejutan yang ditimbulkan oleh permukaan jalan yang tidak rata.

Ban dapat dikelompokkan berdasarkan jumlah udara yang harus dipompakan ke dalam ban tersebut.Pengelompokkan ini antara lain adalah ban bertekanan tinggi(high pressure tire),ban bertekanan rendah(ballon tire),dan bertekanan extra rendah(extra low pressure).Sebaiknya jumlah udara yang dipompakan ke dalam ban harus sesuai dengan saran pabrik pembuat ban tersebut.Hal ini dilakukan agar pemakaian ban menjadi awet dan faktor keamanan berkendara menjadi terjamin.

Untuk ban luar terdiri dari bagian-bagian antara lain telapak ban(tread)yang langsung berhubungan dengan permukaan jalan.Tread terbuat dari karet yang cukup kuat dan kenyal.Berbagai bentuk tread dibuat bermacam-macam sesuai maksud dan tujuan penggunaan ban tersebut.Tread ban untuk roda depan sepeda motor biasanya bentuk dan modelnya berbeda dengan tread untuk roda belakang.,hal ini adalah khusus untuk penggunaan ban pada sepeda motor.Tetapi perbedaan tread ban depan dan ban belakang ini tidak mutlak,karena ada beberapa merk ban yang diproduksi dengan bentuk tread yang sama antara roda depan dan belakang.

Ban harus memiliki rangka yang kuat dan tahan akan tekanan tinggi,tahan terhadap kejutan-kejutan dan perubahan beban kendaraan.Rangka ban ini disebut carcass yang dibuat dari lapisan nylon.Konstruksi lapisan nylon biasanya dibuat saling silang menyilang.Kemudian bagian carcass ini dilapaisi karet yang tahan terhadap panas yang ditimbulkan oleh gesekan tread dengan permukaan jalan.Banyaknya lapisan nylon biasanya dicantumkan pada bagian luar ban yang bersangkutan.Lalu agar ban dapat kuat dan stabil pada pelek maka ban tersebut dilengkapi dengan bead yang terbuat dari kawat yang kuat dan dilapisi karet yang cukup keras.

Jenis ban ada yang dilengkapi dengan ban dalam(tube) dan ada juga ban yang tidak memerlukan ban dalam yang biasa disebut dengan istilah ban tubeless.Khusus untuk ban dalam terbuat dari karet murni dan mempunyai daya elastis yang tinggi dan tahan terhadap panas.

Tekanan angin atau kekencangan ban harus sesuai dengan ukuran ban dan penggunaannya,hal ini akan berpengaruh besar terhadap pengendalian kendaran disaat kendaraan melaju.Jika ban terlalu keras atau tekanan udaranya terlalu tinggi biasanya akan mempercepat keausan ban tersebut dan akan menyebabkan bagian tengah ban cepat gundul dan kendaraan mudah selip.Sebaliknya jika ban terlalu empuk atau tekanan udaranya terlalu rendah maka selain keausan yang terjadi pada bagian sisi tread,tapi juga akan menimbulkan panas yang berlebihan pada ban tersebut akibat bergeseknya tread dengan permukaan jalan.
readmore »»  

Cara Mempersiapkan Mobil Pada Saat Musim Hujan

Untuk menghadapi musim hujan ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh para pemilik mobil yang akan mengemudikan kendaraannya,antara lain:

1.Kondisi karet penghapus kaca(wriper)

Karet penghapus kaca yang tidak berfungsi dengan baik tentu akan sangat merepotkan pengemudi pada musim hujan.Perhatikan sisi dalam karet yang bersinggungan dengan kaca ,bila kelihatan mengkilat berarti harus segera diganti dengan yang baru.Salah satu cara yang bisa membantu adalah dengan melepas karet tersebut dan sisi dalam karet diasahkan pada ban mobil.Hasilnya tentu akan lebih baik daripada sebelumnya.

2.Sistem Kelistrikan

Bagian-bagian yang rawan terhadap air adalah sistem kelistrikan,khususnya pada distributor,koil dan kabel busi.Tegangan yang bisa dihasilkan dari sistem kelistrikan ini mencapai 20.000 volt.Diantara komponen-komponen itu yang paling rawan adalah distributor.Air yang dihasilkan dari pengembunan yang terjadi pada tutup distributor akan menyebabkan pembagian arus listrik ke setiap  silinder menjadi kacau.Perhatikan karet yang berbentuk lingkaran diantara tutup distributor dengan distributor itu sendiri apakah masih dalam kondisi bagus.Bila karet itu sudah menjadi kaku sebaiknya cepat diganti dengan yang baru.

Pada mobil keluaran baru sudah banyak yang menggunakan CDI sehingga lebih aman untuk menghadapi musim hujan.Karet yang ada pada CDI tidak cepat rusak karena tidak sering dibuka tutup distributornya untuk membersihkan atau menyetel platina.Meski demikian kita tetap harus lebih berhati-hati dengan mobil-mobil tersebut karena letak distributor posisinya sama atau lebih tinggi dari karburator.Pada mesin lama ,mobil sering kali ngadat atau mogok lebih banyak disebabkan oleh hubungan pendek(korsluiting).Sebaliknya  pada mobil baru,mogok disebabkan karena water hammer.Water hammer akan menyebabkan kerusakan pada sistem ruang bakar,dan lebih fatalnya lagi akan berlanjut pada terjadinya klep bengkok,piston berlubang,bahkan penekan klep(arm)patah.

3.Ketinggian air

Ketinggian air yang bisa dilewati sebaiknya tidak boleh melebihi tinggi ban mobil,karena rata-rata letak distributor sama tingginya dengan ban mobil.Lain halnya dengan mobil keluaran tahun 85-an ke atas yang letak distributor,koil dan busi terletak lebih tinggi dari ban bahkan lebih tinggi dari tutup radiator.Mobil akan terus melaju  kecuali jika air sudah tersedot ke ruang bakar.

Apabila mobil mogok di daerah banjir,sebaiknya jangan terus menghasut mesin mobil karena akan mengakibatkan arus aki segera kosong.Jika hal ini dilakukan justeru akan semakin memperburuk keadaan.Hal yang perlu dilakukan adalah mengusahakan agar mobil di dorong ke tempat yang lebih tinggi.

Gunakan tissue,sapu tangan,atau kertas koran untuk mengeringkan daerah sekitar mesin.Bukalah distributor dan keringkan apabila ada air di dalamnya .Bila setelah dihasut belum juga bisa hidup,gunakanlah korek api untuk memanaskan bagian dalam distributor tersebut.Dengan cara ini diharapkan tutup distributor akan kering.Pada tutup distributor terdapat beberapa titik untuk membagi arus  tegangan tinggi ke busi.Air yang ada didalamnya akan mengakibatkan pembagian arus ke masing-masing busi menjadi kacau.

Selain itu perlu diingat,setelah keluar dari kubangan air janganlah langsung tancap gas karena air yang masuk ke dalam tromol rem dapat membuat rem tidak bekerja optimal.Gunakan porsneling satu,injak gas bersamaan dengan menginjak rem.Jalankan beberapa saat sampai rem kembali berfungsi dengan normal.

Pada musim hujan tentu mobil akan kotor,karena itu cucilah mobil sesegera mungkin.Setelah bersih bukalah semua pintu dan mobil dan jemurlah di panas matahari sampai semua air yang tersisa pada mobil menguap.Sisa-sisa air yang tidak kering,apalagi yang mengandung garam sangat berbahaya bagi bodi mobil karena plat mobil mudah berkarat.

Bersihkanlah daerah-daerah sekitar ban,sebab disana terdapat kotoran yang masih menyelip.Pastikan semua bagian mobil bebas dari pasir-pasir halus yang tersembunyi di sela-sela plat bodi mobil.Bila hal ini dibiarkan begitu saja maka kotoran,lumpur dan tanah akan terus menempel dan pada akhirnya akan membuat bodi mobil berkarat dan keropos.
readmore »»  

Cara Mengganti Sokbreker

Sokbreker atau peredam kejut adalah adalah bagian yang sangat penting pada mobil Anda,karena berhubungan dengan kenyamanan mobil Anda saat dikendarai.Jika peredam kejut sudah kurang optimal dan terasa kaku atau kurang enak berarti sudah saatnya diganti.Anda tidak perlu khawatir karena sebenarnya Anda bisa menggantinya sendiri meskipun letaknya agak ribet dibawah kolong.

Untuk melakukan  penggantian sokbreker,Anda cuma membutuhkan peralatan lengkap seperti dongkrak yang dilengkapi jack-stand,kunci roda dan kunci pas atau ring yang berukuran 17 milimeter.Jika semua peralatan sudah siap berikut ini cara simpel untuk mengganti sokbreker mobil Anda.

Pertama-tama semprotkan cairan penetran pada mur sokbreker.Tunggulah beberapa saat sampai meresap.Bukalah mur pengikat sokbreker yang terdapat di bagian atas dengan menggunakan kunci ring/pas ukuran 17mm.Copot mur pengikat sokbreker yang terdapat di bagian bawah dengan menggunakan kunci ring/yang sama.

Setelah kedua mur terlepas,cabutlah sisi sokbreker sebelah dalam sampai keluar.Untuk melakukan hal itu,gunakanlah obeng minus atau ujung kunci roda.Tarik sokbreker keluar,jika terasa berat bisa sambil digoyang-goyangkan atau diseret kemudian lepaskan.

Setelah itu bersihkan dudukan sokbreker tersebut dengan cara disemprot menggunakan cairan penetran,lalu pasanglah sokbreker yang baru dengan cara berlawanan dari cara membukanya.
readmore »»