Cara Mengetahui Penyebab Mesin Tidak Mau Hidup

Jika suatu hari mesin sepeda motor kita tidak mau hidup,maka langkah pertama yang harus kita periksa adalah sistem pengapian dan sistem penyaluran bahan bakar.Akan tetapi bila kedua sistem tersebut berada dalam kondisi yang baik,maka kerusakan yang terjadi adalah akibat kondisi mesinnya itu sendiri.

Tindakan awal yang harus kita lakukan adalah memeriksa apakah kompresi mesin tersebut baik atau buruk dengan cara kita buka businya,kemudian pada lubang busi tersebut masukkan alat pengukur kompresi yang biasa disebut kompresi tester.

Alat ini banyak dijual di toko-toko yang menjual kunci-kunci dan alat-alat montir lainnya,dan harganya tidak terlalu mahal.Sedangkan cara menggunakannya adalah sebagai berikut:

Masukkan ujung kompresi tester ke dalam lubang busi,kemudian putar handel gas agar throttle valve pada karburator naik.Langkah berikutnya adalah menendang kick starter agar mesin dapat berputar.Dengan berputarnya mesin berarti akan terjadi kompresi pada lubang silinder maka tekanan kompresi ini akan menekan katup pada alat kompresi tester sehingga hasil kompresi mesin akan terperangkap di dalam kompresi tester.

Alhasil,tekanan kompresi ini akan mendorong jarum penunjuk pada kompresi tester.Tekanan kompresi yang baik untuk mesin empat langkah sekitar 800 sampai dengan 1200 Kpa,sedangkan untuk mesin dua langkah  adalah sekitar 700 samapi dengan 1100 Kpa.

Jika tekanan kompresi mesin sekitar 600 Kpa,mesin masih bisa hidup akan tetapi kendaraan menjadi tidak bertenaga dan pemakaian bahan bakar menjadi boros.Untuk mengetes bagian mana yang rusak ,maka masukkan sedikit oli pelumas melaluai lubang busi dan biarkan oli tersebut menyebar  diatas cincin kompresi pertama.Oli pelumas ini akan berfungsi sebagai sekat pada cincin torak.Setelah oli pelumasnya merata maka lakukan sekali lagi pengetesan dengan alat kompresi tester dan lihat hasilnya,apakah tekanan kompresi terlihat naik atau tidak pada alat ukur tersebut.

Pada mesin empat langkah,jika hasil pengetesan kedua ini kompresinya naik sedikit,maka kemungkinan besar yang rusak adalah bagian katup atau bisa juga bagian cincin toraknya.Untuk lebih meyakinkan maka bagian silinder ini harus dibongkar,jadi jika mesin tidak mau hidup,berarti kompresi mesin kurang.Sedangkan untuk penyebab berkurangnya kompresi antara lain karena bagian lubang silinder yang sudah aus,toraknya rusak,cincin toraknya patah atau gapnya sudah terlalu besar dan cincinnya telah lemah,katup-katup bocor atau macet,penyetelan celah bebas katup yang salah,packing kepala silindernya telah rusak.

Kemudian jika Anda tidak memiliki alat kompresi tester maka ada cara lain lagi untuk mengetes apakah kompresi mesin baik atau buruk.Dengan cara kedua ini walaupun Anda tidak memiliki alat kompresi tester,Anda tetap dapat menganalisa kompresi tersebut akan tetapi syaratnya Anda harus sering melatih panca indra peraba.Cara melakukannya adalah sebagai berikut:

Setelah busi kita buka maka masukkan jari tangan kita kedalam tempat kedudukan busi tersebut,kemudian kick starter kita tendang dan terasalah hasil kompresi mesin tersebut pada jari Anda.