Untuk menciptakan tenaga mesin yang maksimal diperlukan pembakaran yang sempurna dari setiap silinder.Jika salah satu silinder pembakaran kurang sempurna,maka akan berakibat timbulnya getaran yang besar pada mesin.Hal ini biasa disebut dengan istilah mesin pincang.
Pembakaran yang kurang sempurna bisa disebabkan karena tekanan kompresi salah satu silinder rendah,atau diantara silindernya tekanan kompresinya tidak sama.Penyimpangan tekanan kompresi ini disebabkan ada beberapa komponen yang kurang berfungsi sebagaimana mestinya.Biasanya hal itu disebabkan adanya gangguan atau kerusakan pada katup dan dudukan katupnya,piston dan ring piston,silinder,kepala silinder,poros cam(camshaft),dan mekanisme katup.
Sering terjadi katup tidak mempunyai celah sama sekali,sehingga menyebabkan kebocoran dan terjadilah percampuran antara bahan bakar yang masuk dengan sisa pembakaran yang akan keluar.Ini terjadi karena katup dan dudukannya(valve dan valve seal) tidak cocok lagi.Hal ini juga sangat berpengaruh terhadap tekanan kompresi yang terjadi pada mesin.Apalagi bila terdapat ketidaksesuaian antara katup dan dudukannya,baik kedudukan maupun kerjanya.Hal itu akan menimbulkan tekanan kompresi tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Ketidaksesuaian ini dapat berupa:
1.Celah katup tidak sama
Celah katup masuk yang tidak sama mengakibatkan pemasukan gas atau bahan bakar dengan udara kedalam silinder pada saat langkah hisap tidak sama besarnya.Ini akan menyebabkan tekanan kompresi yang tidak sama pula.Selanjutnya diikuti dengan tekanan pembakaranyang tidak sama,sehingga menyebabkan mesin bergetar atau pincang.Gejala ini akan terlihat pada saat langkah kompresi maupun langkah usaha.
Celah katup buang yang tidak sama akan menyebabkan pembuangan gas antara silinder menjadi tidak rata.Bila celah terlalu besar maka akan menyebabkan adanya tahanan gas saat langkah buang.Sebab asap buang terbuka saat torak berada pada TMB(titik mati bawah) atau saat bergerak ke TMA(titik mati atas)
Selain itu gas bekas yang masih bertekanan ini akan menghambat proses pembilasan.Ini artinya pemasukan gas saat langkah hisap menjadi berkurang dan tekanan kompresi atau pembakaran juga akan berkurang.Karena ini terjadi hanya pada satu silinder saja maka gejala mesin pincang segera terlihat.Gejala mesin pincang ini juga akan timbul bila celah katup buang pada salah satu silindernya tidak sama,dan selanjutnya akan menyebabkan kebocoran gas pada saat langkah kompresi dan langkah kerja.
2.Bibir katup dan dudukan katup terbakar
Bila daun katup atau bagian permukaan katup bersinggungan dengan dudukan katup,atau dudukan katup terbakar maka sebagian bibir katup tidak akan menutup rapat pada dudukannya.Bila hal ini terjadi pada salah satu silinder saja maka akan menyebabkan timbulnya gejala mesin pincang juga.
3.Pegas katup lemah
Pegas katup yanng lemah akan berakibat mudahnya bibir katup kemasukkan kotoran dan akan terjadi kebocoran.Kotoran ini biasanya adalah arang karbon sisa pembakaran.Bila ini terjadi pada satu silinder saja maka gejala mesin pincang akan segera timbul.
