Saat kendaraan melaju di jalan raya,ban pecah bisa terjadi kapan saja dan dimana saja.Bahkan sudah cukup banyak kecelakaan yang terjadi akibat ban yang pecah saat dikendarai,meskipun pada saat kecepatan rendah sekalipun.Ini terjadi,biasanya disebabkan oleh paniknya sang pengemudi ketika tiba-tiba roda menyentak seiring dengan meletusnya salah satu ban.Kejadian yang lebih parah adalah jika yang pecah satu ban bagian depan,dimana setir akan menarik ke kiri bila yang pecah ban sebelah kiri dan sebaliknya.
Jalanan basah dan licin biasanya akan membuat keadaan lebih buruk.Pecahnya ban belakang biasanya lebih mudah diatasi.Kendaraan yang tinggi dengan ban standar seperti Kijang lebih rentan dalam situasi seperti ini karena lebih sulit dikendalikan,terutama pada kecepatan tinggi.Untuk itu kita perlu mempelajari dan mengingat dengan baik tips-tips berikut ini.
Penyebab utama ban pecah di jalan raya adalah tekanan ban yang tidak sesuai.Belilah pengukur tekanan ban(tire pressure gauge) yang bagus,jika perlu pilihlah yang elektronik atau digital karena lebih akurat dan harganyapun tidak terlalu mahal.Cocokkan angka yang diukur dengan angka yang diperoleh dari pengukur tekanan pada toko ban terkenal di kota Anda.Anda perlu mengingat beberapa Psi perbedaannya,sehingga bisa menyesuaikan jika mengukur tekanan ban sendiri.
Jangan terlalu percaya dengan pengukur tekanan milik tambal ban pinggir jalan.Jika Anda memiliki alat pengukur elektronik atau digital,ukurlah dengan alat milik Anda sendiri,karena kemungkinan justeru lebih akurat dari pengukur biasa yang digunakan setiap hari.Biasakan untuk mengukur tekanan ban kendaraan Anda seminggu sekali dan segera menambah angin jika angka yang tertera mengalami penurunan lebih dari 4 Psi dan memperbaiki ban yang penurunannya sampai 6 Psi atau lebih dibawah normal.
Penurunan sebesar itu biasanya disebabkan oleh kebocoran halus akibat terkena paku kecil atau pentil yang sudah tidak bekerja dengan baik.Jika Anda sering lewat jalan tol,biasakan untuk selalu memeriksa tekanan ban setiap pagi sebelum berangkat beraktifitas.
Selalu ikuti petunjuk tekanan ban yang direkomendasikan oleh pabrik kendaraan Anda,jika tidak ada ambil patokan pada 30 Psi.Saat membawa beban penuh,terutama jika akan melewati jalan tol yang panjang,tambahkan 2Psi lagi.Jangan sampai melebihi tekanan maksimum ban yang biasanya 35 Ps,karena hal ini hanya akan membuat umur ban menjadi lebih pendek dan hampir sama bahayanya dengan kekurangan tekanan.Jangan lupa periksa alur ban,ban yang agak botak akan lebih mudah meletus jika terkena batu tajam.
